Pada Dasarnya Artikel Ini Dibuat Untuk Menambah Ilmu Dan Dibagikan Secara Gratis!!! Ayoo Berbagi...

PENJELASAN SECARA DETAIL SISTEM EKSRESI PADA IKAN

Ikan memiliki sistem ekskresi yang terdiri dari beberapa organ yang berperan dalam pengeluaran limbah metabolisme tubuh serta mengatur keseimbangan ion - ion tubuh . Ikan membuang limbah nitrogen dalam bentuk amonia .

Amonia adalah produk sampingan dari perombakan senyawa berprotein dan asam nukleat .
Amonia sangat beracun di bandingkan dengan buangan nitrogen lainnya dan sangat larut dalam air serta mudah di lewatkan melalui membaran .
Alat - alat ekskresi pada ikan adalah sebagai berikut :

1. Ginjal

    Ikan juga sama dengan manusia memiliki sepasang ginjal yang memanjang . Ginjal memiliki
    jutaan nefron yang akan mengambil limbah metabolisme dari cairan darah . Nefron tersusun atas
    glomerulus dan tubulus .
    Glomerulus merupakan tempat terjadinya penyaringan ( flitrasi ) sedangkan tubulus adalah tempat
    berlangsungnya tahapan selanjutnya , reabsorsi pada filtrat atau urin primer .

    Urin ikan mengandung buangan nitrogen amonia dalam jumlah yang sedikit hal ini terjadi karena
    sebagian amonia sudah di buang melalui insang . Terdapat perbedaan antara ikan air asin dengan
    ikan air tawar . Ikan air asin memiliki urin yang lebih pekat sedangkan ikan air tawar memiliki
    urin yang encer .

2. Insang 

   Selain sebagai sistem pernafasan insang juga berfungsi sebagai sistem ekskresi buangan limbah
   amonia serta mengatur kesimbangan ion sesuai dengan lingkungannya . Sebagian besar amonia
   yang dibawa oleh darah pada ikan akan dibuang dalam bentuk amonium melewati sel epitel insang
   bersama dengan pertukuran gas .

   Pengaturan keseimbangan ion juga terjadi di membran - membaran insang . Pada ikan air tawar
   sel epitel insang sangat aktiv mengambil ion Na+ dari lingkungan sebagai pengganti amonium .
   Hal ini terjadi karena lingkungan hidup ikan air tawar memiliki kandungan garam yang sedikit .

Pengaturan keseimbangan ion dalam tubuh ikan air laut 

Air laut kaya akan garam mineral yang membuat air laut memiliki konsentrasi yang tingi di bandingkan dengan konsentrasi tubuh ikan yang lebih rendah . Perbedaan konsentrsi memicu terjadinya osmosis yaitu berpindahnya pelarut dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah melalui membran permukaan kulit ikan . 

Dengan demikian karena tubuh ikan lebih hipoosmotik (encer) artinya konsentrasi air pada tubuh ikan lebih tinggi dibandingkan dengan air laut maka air dalam tubuh ikan akan berpindah kelingkungan air laut . 

Hal ini akan membuat ikan banyak kehilangan air dan akan emicu dehidrasi . Maka untuk menjaga keseimbangan tubuhnya ikan memerlukan adaptasi dengan banyak meminum air laut . Kelebihan garam mineral akan keluar melalui insang dan permukaan tubuh . 

Terdapat sel - sel khusus yang berfungsi untuk mengeluarkan kelebihan garam umumnya natrium klorida . Sel - sel klorida aktif akan mengangkut CI keluar tubuh sedangkan pengeluaran Na di keluarkan secara pasif . Ginjal akan aktiv mengeluarkan ion - ion kalsium , magnesium , dan sulfat . 
Sehingga urin yang di hasilkan akan pekat dengan sangat sedikit mengandung air . 

Ikan air tawar 

Ikan air tawar menghadapi kondisi yang berbalik dengan ikan air laut ikan air tawar hidup dalam lingkungan yang mengandung garam mineral yang sedikit sedangkan tubuh ikan jauh lebih pekat . 
Perbedaan osmotik ini akan memicu osmosis secara konstan ikan akan mendapat air melalui permukaan tubuhnya . 

Dengan demikian ikan akan menyeimbangkan kelebihan air dengan melakukan adaptasi ikan air tawar akan sedikit minum . Kelebihan air akan di buang melalui urin yang sangat encer dan banyak .
Untuk menggantikan garam yang hilang bersama urin membran insang serta dinding usus aktiv mengikat garam seperti klorida natrium dari lingkungan dan makanan . 
Back To Top