Pada Dasarnya Artikel Ini Dibuat Untuk Menambah Ilmu Dan Dibagikan Secara Gratis!!! Ayoo Berbagi...

SISTEM EKSKRESI PADA HEWAN VERTEBRATA DAN HEWAN INVERTEBRATA

Sistem ekskresi merupakan sistem yang berperan mengatur keseimbangan di dalam tubuh dengan cara mengeluarkan senyawa atau zat yang merupakan limbah dari metabolisme di dalam tubuh . Limbah dari metabolisme ini tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh dan dapat bersifat toxic ( racun ).

Ditemukan berbagai cara pengeluaran zat sisa pada dunia hewan hal ini sangat di dasarkan pada tingkat kekompleksan hewan tersebut . Namun ditemukan kesamaan dalam hal senyawa yang di buang . Sebagian besar hewan mengekresikan limbah yang bernetrogen. Senyawa ini berasal dari perombakan protein di dalam tubuh . Limbah yang bernitrogen terdapat di dalam bentuk makromolekulnya seperti asam urat , urea , atau amoniak .

Berikut adalah pembahasan tentang ekskresi hewan vertebrata dan invertebrata :

1. Kelompok hewan vertebrata 

Kelompok hewan vertebrata meliputi pisces ( ikan ) , amphibi , aves ( burung ) ,reptilia dan mamalia yang memiliki ginjal untuk membuang limbah bernitrogen dalam bentuk urin . Sebagian besar sistem ekskresi menghasilkan urin melalui dua proses yaitu filtrasi dan reabsorsi .

Pada filtrasi darah dan cairan di saring melalaui membran alat ekskresi (ginjal). Membran sel ini menahan protein dan molekul besar lainnya . Tekanan dari cairan medorong senyawa - senyawa kecil melewati membran sel selanjutnya akan di sebut filtrat . Senyawa - senyawa kecil seperti asam amino dan glukosa terlarut pada filtrat oleh itu proses reabsorsi melengkapi proses selaanjutnya .

Reabsorsi akan menyuling filtrat dengan menyerap senyawa - senyawa yang masih di butuhkan tubuh dengang menyerap kembali senywa - senyawa yang masih di butuhkan oleh tubuh . Namun berbeda jika memang benar - benar senyawa tersebut kadarnya dalam tubuh tinggi maka tidakakan di serap lagi melaui reabsorsi jadi urin yang dikeluarkan benar - benar mengandung zat buangan yang tidak di buthkan oleh tubuh . 

Urin yang mengandung nitrogen dalam bentuk urea akan di buang melalui saluran anus atau kloaka yang di temukan pada vertebrata di lingkungan . 

2. Kelompok hewan invertebrata 

Yang termasuk kedalam hewan invertebrata adalah sebagai berikut :

a. Phylum Porifera 

Kelompok ini tidak memiliki sistem ekskresi melainkan pembuangan di lakukan dengan cara melalui difusi sel - sel penyusun dinding spongosol ( rongga tubuh porifera ). Limbah dari metabolisme ini akan larut bersama cairan tubuh di spongosol kemudian akan di keluarkan bersama - sama melalui oskulum (lubang besar pada bagian permukaan atas tubuh porifera) ke perairan . 

b. Phylum Coelenterata 

Hewan - hewan phylum coelenterata adalah ubur - ubur , hydra dan lain - lain . Phylum coelenterata juga tidak memiliki sistem ekskresi sehingga pengeluaran limbah metabolisme berlangsung secara difusi melalui sel - sel epitel pada rongga pada rongga gastrovakular (rongga perut) .
Limbah metebolisme yang terlarut dalam cairan tubuh di rongga gastrovakular akan di keluarakan melalui mulut ke lingkungan . 

c. Phylum Platihelmintes ( cacing pipih )

Cacing pipih ( planaria atau cacing hati ) memiliki sistem ekskresi yang sederhana . Sistem ekskresi pada planaria adalah sistem sel api ( flame cells) . Sistem ini merupakan  rangkaian saluran tubulla yang bercbang - cabang yang disusun atas protoneferida yang merupakan ginjal sederhana yang menjadi saluran utama . 

Protoneferida menggandakan percabangan dan setiap percabangan di tutup dengan sel yang memiliki bentuk seperti obor api . Sistem sel api ini terdpat di sepanjang tepi permukaan tubuh . 
Air dan zat - zat terlarut dalam cairan tubuh memasuki lumen tubula protonefridia .

Gerakan yang di timbulakan oleh sel api ini menyerupai bola api sehingga sistem pada cacing pipih di sebut dengan sistem bola api . Kemudian cairan urin tersebut akan di keluarakan melalui nefridiofor yaitu lubang dari tiap - tiap protonefridia yang berada di permukaan tubuh . 

d. Phylum Annelida

Hewan yang termasuk kedalam phylum annelida adalah cacing tanah . 
Annelida memiliki sepasang ginjal nefridia pada tiap masing - masing segmen tubuhnya . Cairan yang mengandung limbah metabolisme tubuh masuk ke nefridia yang melilit sedimikian rupa pada segmen tubuhnya melalui nefrostom . Garam mineral di pompakan kembali kedalam tubuh untuk menyeimbangkan tubuh . 

Limbah bernitrogen di buang melalui lubang permukaan tubuh , nefriodopori , ke lingkungan . 
Urin cacing tanah sangat encer karena sedikit mengandung garam . 

e. Phylum Arthropoda

Kelompok phylum ini terutama kelas insecta menggunakan pembuluh malphigi sebagai alat ekskresi.
Pembuluh malphigi merupakan perlipatan kearah luar saluran pencernaan . Tubula menseksresikan limbah bernitrogen dan garam dari cairan tubuh (hemolimfa) dan air mengikuti zat - zat tersebut melalui osmosis .

Sebagian besar air dan garam kembali di serap (reabsorsi) kedalam tubuh melalui sel epitel di rektum sedangkan limbah yang bernitrogen dalam bentuk asam urat akan di keluaran melalui anus bersama dengan feses . 
Back To Top