Pada Dasarnya Artikel Ini Dibuat Untuk Menambah Ilmu Dan Dibagikan Secara Gratis!!! Ayoo Berbagi...

STRUKTUR ORGAN GINJAL DAN PROSES PEMBENTUKAN URINE

Ginjal adalah organ ekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang panjangnya sekitar 11 cm . Ginjal berfungsi sebagai penyaring kotoran terutama urea dari darah dan membuangnya dengan air dalam bentuk urin .Manusia memiliki sepasang ginjal di dalam tubuh yang terletak di punggung bagian pinggang .
Ginjal kanan letaknya agak sedikit kebawah karena tertekan oleh organ hati .

a. Struktur ginjal 

Selain sebagai alat ekskresi ginjal juga berfungsi sebagai pembentuk enzim dan hormon yang di butuhkan oleh tubuh . Ginjal memiliki bagian - bagian sebagai berikut :

a. Korteks 

Korteks merupakan bagian ginjal yang paling luar , korteks mengandung jutaan alat penyaring darah pembentuk urin yang di sebut dengan nefron yang tersusun atas badan malphigi terdiri atas glomelurus ,kapsulabowman dan saluran neufron .

Pembuluh darah arteri yang masuk ke ginjal membawa darah yang mengandung senyawa sisa metabolisme dan sisa senyawa lainnya . Proses pembentukan urin seluruhnya terjadi di dalam  nefron  dan di dalam ginjal darah akan di saring sehingga pembuluh darah yang keluar dari ginjal akan bersih .

b. Medulla

Medulla juga di sebut sebagai sumsum ginjal yang merupakan bagian tengah ginjal dengan daerah seperti piramid . Urin yang terbentuk akan di salurkan ke rongga ginjal .


c. Pelvis 

Pelvis atau rongga ginjal adalah bagian ginjal yang berfungsi untuk menyalurkan urin yang telah terbentuk kepenampungan urin sementara ( kandung kemih ) melalui ureter .

2. Proses pembentukan urin 

a. Filtrasi ( penyaringan )

Ditahapan ini darah  yang membawa senyawa kimia akan di saring untuk di buang dari dalam tubuh . Darah akan melewati ginjal dalam waktu 10 menit jadi dalam sehari ginjal dapat menyaring darah sebanyak 150 kali. Glomerulus merupakan pembuluh kapiler yang masuk pada bagian muka nefron , glomerulus juga berasal dari pembuluh arteri affrent yang masuk pada bagian kopsula bowman . Dinding glomerulus tipis seperti pembuluh kspiler lainnya yang permeable terhadap air dan juga beberapa mikromolekul lainnya seperti asam amino , glukosa , ion mineral serta vitamin dan urea .

Molekul - molekul besar seperti albumin ( protein ) , sel darah , globulin , dan senyawa - senyawa besar lainnya yang tidak menembus dinding kapiler glomerulus . Keberadaan molekul besar pada urin menandakan bahwa ada kerusakan ( kebocoran ) glomerulus yang di sebabkan oleh infeksi patogen . Filtrat yang tersaring akan di bawa ke kapsula bowman dan akan diseleksi mana senyawa yang diserap kembali sesuai kebutuhan tubuh di dalam saluran nefron .

b. Reabsorsi 

Filtrat yang masih mengandung senyawa  yang penting akan diserap kembali melalui reabsorsi yang berlangsung di saluran (tubulus) proksimal sampai ke lengkung henle . Hanya 1 %  yang benar- benar akan di buang menjadi urin . Hasil dari reabsorsi di sebut urin skunder yang akan di teruskan ke tubulus distal untuk proses finalisai pembentukan urin .


c. Augmentasi 

Augmentasi atau penambahan kembali senyawa kimia yang tidak di butuhkan oleh tubuh yaitu beberapa ion dan mineral yang berlangsung di tubukus distal . Selain itu pada tahapan ini urin skunder dari reabsorsi akan ditambahkan zat warna urobilin yang bersal dari perombakan eritrosit yang sudah tua .

Pada augmentasi juga akan terjadi reabsorsi air yang di rangsang oleh hormon ADH ( Antidiuretic Hormon ), sehingga akan di hasilkan urin yang hipertonik dan asam .Kadar atau konsentrasi urin di tentukan pada suhu, jumlah cairan , serta senyaw kimia lainnya . Hasil augmentasi akan di peroleh urin yang sebenarnya yang akan di kumpulkan di tubulus kolekvitus dan kemudian akan dikeluarkan melalui pelvis ginjal .

Urin mengandung 96 % air , 2 % urea , dan 2 % senyawa lainnya yang berlebihan di dalam tubuh .
Tubuh akan memproduksi urin sekitar 1,5 L dalam sehari . Pembuangan urin oleh ginjal merupakan upaya untuk menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh .

Tag : INFORMASI, IPA, SMP
Back To Top